Kemampuan seorang anak menghubungkan tiga jenis pengetahuan dasar – membaca, menulis dan berhitung – lama sebelum semua filosofi bahasa atau kurikulum terintegrasi menjadi poin penting bagi para pendidik. Kata, simbol dan angka merupakan metode dasar dari komunikasi di dunia. Hal ini meliputi pembagian ide, konsep data dan informasi secara menyeluruh. Aturan umum dalam masyarakat menciptakan hubungan alami bagi penggabungan dari membaca dan matematika pada kurikulum sekolah. Baca entri selengkapnya »
Contoh bahan ajar
Januari 23, 2010 pada 4:05 am (Uncategorized)
Silahkan jika ingin mencoba bermain dengan peluang…… peluang
STANDAR PENJAMINAN MUTU PMRI
Juni 9, 2009 pada 5:07 pm (Matematika & PMRI)
STANDAR
PENJAMINAN MUTU PMRI
Quality Assurance Conference
Jogyakarta, 17-18 April 2009.
- Standar Guru PMRI
- Standar Dosen PMRI
- Standar Pembelajaran PMRI
- Standar Bahan Ajar PMRI
- Standar Lokakarya PMRI
- Standar P4MRI
MAKNA DAN FUNGSI MEDIA
Juni 9, 2009 pada 4:36 pm (ICT)
Media pendidikan merupakan suatu alat atau perantara yang berguna untuk memudahkan proses belajar mengajar, dalam rangka mengefektifkan komunikasi antara guru dan murid. Hal ini sangat membantu guru dalam mengajar dan memudahkan murid menerima dan memahami pelajaran. Proses ini membutuhkan guru yang professional dan mampu menyelaraskan antara media pendidikan dan metode pendidikan. Kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan serta perubahan sikap masyarakat membawa pengaruh yang besar dalam bidang pendidikan. Hal ini mendorong setiap lembaga pendidikan untuk mengembangkan lembaganya lebih maju dengan memanfaatkan teknologi modern dan kemajuan ilmu pengetahuan sebagai media pembelajaran.
Baca entri selengkapnya »
BILANGAN REAL
Juni 9, 2009 pada 4:31 pm (Analisis Real)
Sifat-sifat Aljabar dan Urutan dalam ℝ
Sebelum menjelaskan tentang sifat-sifat ℝ , diberikan terlebih dahulu tentang struktur aljabar dari sistem bilangan real. Akan diberikan penjelasan singkat mengenai sifat-sifat dasar dari penjumlahan dan perkalian, sifat-sifat aljabar lain yang dapat diturunkan dalam beberapa aksioma dan teorema. Dalam terminologi aljabar abstrak, sistem bilangan real membentuk lapangan (field) terhadap operasi biner penjumlahan dan perkalian biasa.
Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI)
Juni 9, 2009 pada 3:39 pm (Matematika & PMRI)
Istilah matematika realistik semula muncul dalam pembelajaran matematika di negeri Belanda yang dikenal dengan nama Realistic Mathematics Education (RME). Pendekatan pembelajaran ini merupakan reaksi terhadap pembelajaran matematika modern (new math) di Amerika dan pembelajaran matematika di Belanda sebelumnya yang dipandang sebagai “mechanistic mathematics education”.
PMRI pada dasarnya merupakan pemanfaatan realitas dan lingkungan yang dipahami siswa untuk memperlancar proses pembelajaran matematika sehingga dapat mencapai pendidikan matematika secara lebih baik dari pada masa yang lalu. Seperti halnya pandangan baru tentang proses belajar mengajar, dalam PMRI juga diperlukan upaya mengaktifkan siswa. Baca entri selengkapnya »
Karakteristik RME
Juni 9, 2009 pada 3:26 pm (Matematika & PMRI)
Karakteristik RME adalah menggunakan: konteks “dunia nyata”, model-model, produksi dan konstruksi siswa, interaktif, dan keterkaitan (intertwinment) (Treffers,1991; Van den Heuvel-Panhuizen,1998).
Menggunakan Konteks “Dunia Nyata”
Dalam RME (De Lange,1987), pembelajaran diawali dengan masalah kontekstual (“dunia nyata”), Baca entri selengkapnya »
Realistic Mathematics Education (RME)
Juni 9, 2009 pada 3:19 pm (Matematika & PMRI)
Realistic Mathematics Education (RME) merupakan teori belajar mengajar dalam pendidikan matematika. Teori RME pertama kali diperkenalkan dan dikembangkan di Belanda pada tahun 1970 oleh Institut Freudenthal. Teori ini mengacu pada pendapat Freudenthal yang mengatakan bahwa matematika harus dikaitkan dengan realita dan matematika merupakan aktivitas manusia. Ini berarti matematika harus dekat dengan anak dan relevan dengan kehidupan nyata sehari-hari. Matematika sebagai aktivitas manusia berarti manusia harus diberikan kesempatan untuk menemukan kembali ide dan konsep matematika dengan bimbingan orang dewasa (Gravemeijer, 1994). Baca entri selengkapnya »
Landasan Sosial Budaya
Juni 9, 2009 pada 3:02 pm (Landasan Pendidikan)
Setiap kegiatan manusia hampir tidak pernah lepas dari unsur sosial budaya. Sosial mengacu kepada hubungan antarindividu, antarmasyarakat, dan individu dengan masyarakat. Karena itu aspek sosial melekat pada diri individu yang perlu dikembangkan dalam perjalanan hidup peserta didik agar menjadi matang. Maka segi sosial ini perlu diperhatikan dalam proses pendidikan. Sama halnya dengan sosial, aspek budaya inipun sangat berperan dalam proses pendidikan.
Sosiologi dan Pendidikan
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok dan struktur sosialnya. Baca entri selengkapnya »
Landasan Sejarah
Juni 9, 2009 pada 2:59 pm (Landasan Pendidikan)
Sejarah adalah keadaan masa lampau dengan segala macam kejadian atau kegiatan yang dapat didasari oleh konsep-konsep tertentu. Sejarah penuh dengan informasi-informasi yang mengandung kejadian-kejadian, model-model, konsep-konsep, teori-teori, praktek-praktek, moral, cita-cita, bentuk, dan sebagainya. Informasi-informasi tersebut merupakan warisan generasi muda dari generasi pendahulunya. Generasi muda banyak belajar dari informasi ini. Bukan belajar hanya menerima dan bertahan dalam kebudayaan ini, melainkan kebudayaan itu dijadikan landasan dan bahan perbandingan untuk maju.
Setiap bidang kegiatan yang dikejar oleh manusia untuk maju, pada umumnya dikaitkan juga dengan bagaimana keadaan bidang itu pada masa lampau. Demikian juga dalam bidang pendidikan, para ahli pendidikan sebelum menangani bidang itu, terlebih dahulu mereka memeriksa sejarah tentang pendidikan baik yang bersifat nasional maupun internasional. Sejarah pendidikan merupakan bahan pembanding untuk memajukan pendidikan suatu bangsa.